Persiapan Puasa 19 jam di Jerman

Giessen –  Ramadhan merupakan bulan yang dinanti-nanti oleh umat Islam di seluruh dunia, termasuk di Jerman. Untuk itu perlu persiapan fisik dan mental. Persiapan fisik diantaranya memeriksakan diri ke dokter, terutama bagi remaja dan manula.

Di Jerman, anak-anak baru diperbolehkan puasa ketika menginjak usia 15 tahun setelah memperoleh rekomendasi dari dokter. Sesuai hukum yang berlaku di Jerman, orang tua sama sekali dilarang untuk memaksa anak mereka untuk berpuasa. Keputusan berpuasa adalah keputusan dari si anak itu sendiri. Untuk itulah begitu penting bagi para orang tua untuk memberikan pondasi agama dan menanamkan kesadaran untuk beribadah kepada Allah SWT sejak mereka masih kecil. Sebelum bulan Ramadhan mereka diwajibkan untuk memeriksakan diri ke dokter. Hal yang sama dilakukan oleh para manula.

Tahun ini saya harus memeriksakan diri ke dokter mengingat gangguan kesehatan yang saya alami di tahun ini. Hasil dari 3 dokter yang saya kunjungi, 1 dokter mengatakan “keine problem” alias tidak ada masalah, sedangkan 2 dokter lainnya merekomendasikan untuk tidak berpuasa karena dikhawatirkan kesehatan akan semakin menurun akibat kekurangan cairan. Tapi mereka menyerahkan keputusan kepada saya dengan segala resikonya.

Setelah berkonsultasi dengan seorang imam masjid yang kebetulan juga mempunyai masalah kesehatan yang sama, saya berusaha untuk tetap berpuasa seperti tahun-tahun sebelumnya.

“You and I can try. Insha Allah, Allah will help us, definitely”. Itulah kata-kata beliau. Jika kita berniat dengan sungguh-sungguh. Insya Allah kita mampu. Mudah-mudahan tahun ini kami kembali dapat berpuasa tunai sebulan penuh.

Seperti halnya di Indonesia, penentuan awal Ramadhan 1435 H tahun ini pun berbeda antar masjid yang satu dengan lainnya. Mayoritas masjid di Giessen dan Frankfurt memulai puasa tanggal 28 Juni 2014 mengikuti ZMD (Zentralrat der Muslime in Deutschland / Central Council of Muslims in Germany) berdasarkan metode hisab. Sedangkan beberapa masjid lainnya mulai 29 Juni 2014 mengikuti Arab Saudi berdasarkan metode rukyat. Ada juga masjid komunitas yang mengikuti jadwal di negara asalnya.

Umat Islam di Jerman tidak hanya dihadapkan pada pilihan kapan mulai berpuasa, tapi juga dihadapkan pada pilihan Jadwal Imsyakiah yang berbeda pada tiap masjid. Masing-masingnya memiliki pendapat yang kuat. Tinggal kamilah yang harus memilih sesuai dengan keyakinan masing-masing. Khusus bagi kami, para studenten yang menjadi anggota PPT (para pencari takjil), “masalah” akan bertambah dengan di mana mau buka puasa. Masjid Arab, Turki atau Maroko?

Advertisements

One thought on “Persiapan Puasa 19 jam di Jerman

  1. Pingback: Ramadan Mubarak … ! – Kurniawan's Page

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s