Puasa pada musim panas di Jerman, 19 jam

Giessen –  Alhamdulillah. Tak terasa sudah sekitar dua tahun saya tinggal di Giessen, sebuah kota kecil, sekitar 70 km kearah utara dari Frankfurt. Giessen adalah Universitätstadt (kota universitas), dimana kota yang hampir sepertiga penduduknya adalah mahasiswa (Studenten).

  • 19 Jam

Alhamdulillah pula, Allah memberikan memberikan anugrah untuk berpuasa (fasten) lagi di benua empat musim ini. Tahun ini adalah Ramadhan ke-3 saya di benua biru ini. Puasa di Jerman tentu saja menghadirkan tantangan tersendiri. Selain berpuasa di negara dimana umat Islam menjadi minoritas, tapi juga harus berpuasa selama 19 jam lebih. Ya 19 jam. Alhamdulillah, puasa tahun ini bertepatan dengan musim panas, dimana matahari terbit sejak pukul 5 dan tenggelam sekitar pukul 21.45. Waktu subuh sendiri sekitar pukul 3 dini hari. Akibatnya, tak jarang harus mengubah siklus hidup kita. Terjaga sepanjang malam dan baru tidur setelah sholat subuh. Ini sangat susah bagi bachelor student jika mereka ada kuliah pagi. Tak jarang mereka terpaksa sahur jam 12 malam atau tidak sahur sama sekali.

Perbandingan lama berpuasa di berbagai negara

Perbandingan lama berpuasa di berbagai negara

Maha Besar Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui, Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Tidaklah Dia memberi perintah kecuali sesuai dengan kemampuan manusia.

Secara umum, masyarakat Jerman mengerti apa itu Ramadhan dan apa kewajiban umat muslim untuk berpuasa pada bulan itu. Mereka mengakui bahwa dengan berpuasa (tidak makan) dalam jangka waktu tertentu akan baik bagi kesehatan, tetapi tidak minum selama 19 jam akan berbahaya bagi kesehatan. Itulah yang saat ini belum bisa saya sanggah. Hanya keyakinan bahwa Allah tidak akan memberikan perintah di luar kemampuan manusia sajalah yang menjadi modal utama dan segala perintah Allah adalah baik bagi umat manusia. Bahwa puasa tidak akan mengganggu aktivitas sehari-hari. Also, sesuatu yang mungkin mudah untuk diucapkan tetapi berat untuk dilaksanakan.

Tidak ada yang dapat dilakukan untuk menahan lapar dan haus selama 19 jam di tengah cuaca yang panas selain menyibukkan diri dengan aktivitas belajar dan bekerja. Saya sangat salut kepada adik-adik bachelor yang tetap berpuasa di tengah padatnya jadwal perkuliahan (Vortrag), ujian (Prüfungen), dan kerja part-time.

Berpuasa di Jerman ini juga merupakan dakwah. Ini menunjukkan kepada masyarakat umum di Jerman bahwa perintah-perintah dalam agama Islam bisa seiring dengan aktivitas belajar, bekerja, atau aktivitas lainnya. Jadi, berpuasa di Jerman juga merupakan salah satu bentuk dakwah bahwa ibadah-ibadah dalam Islam dapat dijalankan apa pun kondisinya.

Masyarakat sendiri secara umum memiliki memiliki toleransi dengan aktivitas ibadah, termasuk puasa, asal tidakmengganggu mereka. Tak jarang mereka menghindar jika mereka ingin makan. Meski demikian, toleransi mereka patut untuk dibalas untuk juga bertoleransi jika mereka meminta izin untuk makan di dekat kita.

  • Sholat Tarawih

Sholat tarawih (Tarawehgebet) biasanya dilakukan pukul 23.00. Ada beberapa masjid yang melaksanakannya sebanyak 11 rakaat dan ada yang 21 rakaat. Beberapa masjid menjalankan sholat Isya segera setelah sholat magrib. Hal ini dimaklumi karena pendeknya waktu malam. Sesuai dengan fatwa ECFR (European Council for Fatwa and Research), sholat Isya dapat dikerjakan pada waktu Magrib saat musim panas jika waktu sholat Isya lewat dari pukul 23.00. Demikian juga halnya sholat Ashar dapat dikerjakan pada waktu Dzuhur pada musim dingin. Sholat tarawih berjamaah tetap menjadi kesulitan tersendiri. Tarawih biasanya dimulai pada pukul 23.00. Letak masjid cukup jauh dari Studentenwonheim (apartemen mahasiswa) dan bis yang hanya beroperasi sampai jam 23.00 di Giessen, membuat saya lebih sering melaksanakan sholat terawih sendiri. Maka beruntunglah orang-orang yang tempat tinggalnya dekat masjid.

Advertisements

3 thoughts on “Puasa pada musim panas di Jerman, 19 jam

  1. Pingback: Ramadan Mubarak … ! – Kurniawan's Page

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s