Humor Era NAZI (1)

Giessen – Orang Jerman sebenarnya memiliki humor satir tentang politik, sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah. Bahkan, ada majalah yang berisi humor satir dan sarkastik yang mulai terbit sejak 1896, meski kemudian dilarang di era Nazi pada tahun 1944.

Pada era Nazi (1933-1945), dimana kritik pada pemerintah sangat dibatasi dan dapat berujung pada eksekusi, orang-orang Jerman memprotes kondisi sosial dan politik dengan cara halus dan tidak kentara. Salah satunya dengan humor.


41PQAKBBXDL

Sumber: Amazon

Penulis dan sutradara Jerman, Rudolf Herzog, mengumpulkan dan membukukan humor-humor era Nazi yang sebelumnya dianggap tabu, dalam bukunya “Hail Hitler, das Schwein ist Tot“. Judul bukunya berdasarkan kisah berikut ini.

Hitler beserta prajuritnya mengendarai mobilnya melewati suatu desa. Tiba-tiba mereka menabrak seekor babi hingga mati. Hitler menyuruh salah seorang prajuritnya menemui petani dan meminta maaf. Prajurit itu melakukannya dan kemudian kembali membawa berbagai macam hadiah -sosis, wine, dan banyak lagi.
Hitler bertanya dengan kagum, “Apa yang kau katakan pada petani itu?”
Prajurit itu menjawab, “Hail Hitler. Babi itu telah mati.”


Kisah lainnya,

Hitler mengunjungi rumah sakit jiwa. Pasien pun memberikan hormat ala Nazi saat Hitler lewat. Tiba-tiba, Hitler melihat seorang pria yang tidak mengangkat tangan.
“Mengapa kau tidak  menghormatiku seperti yang lainnya?”, bisik Hitler.
Pria itu menjawab, “Yang Mulia Führer, aku adalah perawat. Aku tidak gila.


Seorang direktur sirkus di Paderborn melatih simpanse untuk memberi hormat ala Nazi pada setiap orang yang berseragam SS. Simpanse itu bahkan memberi hormat pada pegawai pos. Ulah direktur tersebut dilaporkan, dan diberi peringatan kalau perbuatannya itu dapat berujung pada eksekusi.


“Orang Arya yang asli adalah berambut bule seperti Hitler, ramping seperti Göring, dan tinggi seperti Goebbels”.
(Pada kenyataannya, Hitler berambut hitam, Göring bertubuh gemuk, dan Goebbels bertubuh pendek).


Versi lainnya,
Seorang pria ingin membeli babi. Hanya saja ia ingin babi yang memiliki ras arya murni.
Petani pun kebingungan, dan bertanya, “Babi yang bagaimana?”

“Babi yang berbulu seperti Hitler, perut seperti Göring, dan moncong seperti Goebbels,” jawab si pria.


Seorang ajudan terburu-buru masuk ke kantor Göring dan berseru: “Reichstag terbakar”.
Göring pun melihat jam tangannya dan berkata: “Apa? Sudah terbakar?”
(Ada rumor bahwa Nazi sengaja membakar Reichstag tahun 1933, dan menyalahkan komunis internasional. Akibatnya partai komunis dilarang dan Partai Nazi makin berkibar).


Dua orang bertemu secara tidak sengaja di jalan.
Orang pertama berkata, “Senang melihatmu bebas lagi. Bagaimana keadaan di kamp konsentrasi?”
Orang kedua menjawab, “Sangat hebat. Pagi kami sarapan di kamar tidur, dengan  pilihan kopi atau coklat segar. Kami berolahraga pagi, dan kemudian makan siang dengan 3 menu: sup, daging, dan pencuci mulut. Kemudian kami bermain papan permainan catur, dll., terus tidur siang. Setelah makan malam, kami nonton film.”
Orang pertama tidak percaya, “Wow! menakjubkan. Aku berbincang dengan Meyer baru-baru ini, yang juga baru keluar dari sana. Dia menceritakan betapa mengerikannya tempat itu.”
Orang kedua mengangguk-angguk dengan serius, “Itulah mengapa dia ditangkap lagi.”
(Humor ini sebagai protes atas didirikannya kamp konsentrasi di Dachau tahun 1933).


Hitler dan Göring sedang berdiri di puncak menara radio di Berlin. Hitler berkata bahwa ia ingin melakukan sesuatu untuk membuat warga Berlin tersenyum bahagia.
“Kenapa kamu tidak melompat?” saran
Göring
(Pekerja pabrik senjata, Marianne K.,  dieksekusi mati oleh Nazi pada tahun 1944 karena menceritakan humor ini. Suaminya sendiri terbunuh di Stalingard).


Jika Hitler, Göring, dan Goebbels berada di kapal yang terkena badai dan akan tenggelam, siapa yang akan selamat?
Jawaban: Jerman.
(
Pada akhirnya, banyak orang Jerman yang berharap pimpinannya mati).


Memiliki emas di mulutnya, perak di rambutnya, dan timah di tulangnya. Apakah itu?
Jawaban: Anggota Volksstrum (people offensive)
(Volksstrum adalah milisi bentukan Hitler yang berisi anggota Youth Hitler, pemuda umur 13-18 tahun, dan pria lanjut usia yang belum menjalani military service. Dibentuk tahun 1944 untuk mempertahankan tanah airnya).


Dua orang Yahudi akan dihukum tembak mati. Tiba-tiba ada perintah untuk menggantung mereka saja. Orang pertama berkata, “Kau lihat, mereka mulai kehabisan peluru”.


“Ayahku di SA (pasukan badai), kakakku di SS, adikku di HJ (Hitler Youth), ibuku menjadi bagian dari organisasi wanita-NS, dan aku di BDM (organisasi pemudi Nazi).”
“Apakah kalian sering bertemu?”, tanya temannya.
“Oh, iya. Kami bertemu setiap tahun di parade partai Nazi di Nuremberg.”
(Protes terhadap kehidupan keluarga era Nazi).


“Apa artinya jika langit menjadi hitam gelap? Artinya, ada banyak pesawat di angkasa sehingga burung pun harus berjalan.”
(Humor tentang kebanggaan yang sarkastik).


Anggota senior Nazi mengunjungi pabrik dan bertanya ke manajer jika dia memiliki anggota partai social demokrat di antara pekerjanya.
“Ya, 80 persen,” jawabnya.
“Kamu juga punya pekerja yang anggota partai katholik?”
“Ya, 20 persen,” jawabnya lagi.
“Ada pekerja yang anggota Nasional Sosialis?”
“Ya, kita semua anggota Nazi sekarang”.
(Sindiran terhadap banyaknya petinggi Nazi yang menduduki jabatan tinggi di pemerintahan dan industri sejak tahun 1933).


Göring menyematkan sebuah tanda panah di antara barisan medali di jubahnya. Di panahnya tertulis: berlanjut ke bagian belakang.
(Sindiran terhadap pejabat tinggi Nazi).


Markas besar Jerman menerima berita bahwa Mussolini telah melibatkan diri dalam perang.
“Kita akan menempatkan 10 divisi untuk menghadapinya,” kata seorang jenderal.
“Tidak, dia di pihak kita,” kata jenderal lainnya.
“Oh, kalau begitu kita perlu 20 divisi.”


“Apa yang akan kamu lakukan setelah perang usai?”
“Aku akan berlibur dan mengunjungi semua wilayah Jerman Raya.”
“Dan apa yang kamu lakukan pada siang harinya?”


Pada suatu jumpa pers, Goebbles berkata pada jurnalis Amerika, “Jika Rooselevelt punya pasukan seperti SS, maka tidak ada lagi gangster di USA.”
“Tentu saja. Mereka semua akan jadi pimpinan pasukan,” jawab si jurnalis.


Tidak akan ada lagi pemilu di Jerman di mendatang”.
“Kenapa?”
“Ada pembobolan di kementerian propaganda. Hasil pemilu mendatang telah dicuri dari meja Goebbels”.


Begitulah cara orang Jerman mengungkapkan kekecewaannya pada waktu itu. Beberapa bisa selamat dan hanya diperingatkan dengan alasan bercanda karena mabuk. Namun, ada juga yang tertangkap dan dieksekusi akibat humor-humor itu, terutama menjelang kekalahan Nazi tahun 1944-1945.


Sumber:
Der Spiegel
Huffington Post


Lihat Part 1 | Part 2 


 

Advertisements

One thought on “Humor Era NAZI (1)

  1. Pingback: Humor Era Nazi (2) | Kurniawan's Page

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s