Yousuf… Yusuf… Yoesoef…

Giessen – Ada yang memanggil saya Yusuf… Ada pula yang memanggil Yousuf, sesuai ejaan… Yang memanggil Yoesuf juga ada… Di Jerman juga ada yang memanggil HERR AHMAD… hehe…

Ahmad YOUSUF Kurniawan… itulah nama pemberian Bapak, yang kata Ibu diberikan kurang lebih sebulan setelah saya dilahirkan. Gabungan dari hasil dari perenungan yang dalam dan kebingungan memilih nama yang cocok. Maklum anak pertama.

Awalnya saya heran, kenapa ditulis YOUSUF di surat keterangan lahir? Bukan YUSUF saja. Karena selalu diejek teman-teman dengan kata YOU…YOU, sempat saya protes ke Bapak.

Bapak menjawab: Karena jika ditulis YUSUF, silabel YU jadinya diucapakan seperti YU pada kata YUYU (kepiting) atau Mbak YU. Kan terdengar lucu. “Memangnya mau dipanggil Mbak YU Suf?”, kata Bapak.

Nah, kalau YOU kan pelafalannya seperti YOU dalam bahasa Inggris. Jadi pelafalannya lebih tepat dibandingkan dengan YU. “Jadi, bisa diartikan YOUSUF itu ‘kamu Yousuf‘”, kata Bapak dengan ngasalnya.

Yah…, untuk sementara saya hanya bisa pasrah dengan penjelasan aneh itu. Penjelasan ini juga saya pakai jika ada orang yang teman yang tanya kenapa nama ditulis sedemian rupa.

Awalnya memang saya cukup direpotkan dengan masalah ejaan yang ‘aneh’ ini. Sudah sering kali terjadi kesalahan dalam penulisan nama. Masih mending kalau ditulis YUSUF, lha ini YOUSOUF, YOESOEF, YOESOEP,….. Lebih parah lagi JOESOEF, nama yang, bagi saya, jadul kuadrat. Bahkan ada pula yang menulis JOSEPH dan dianggap sebagai orang asli Dayak.

Jadinya, bikin deg-degan saat menerima dokumen resmi. Entah ijazah, raport, KTP, SIM, passport, tanda pengenal, SK, dll. Pasti langsung di cek ejaan namanya. Jika ada kesalahan pasti akan sangat ribet mengurusnya.

Lama kelamaan, saya pun menerimanya sebagai berkah. Paling tidak nama YOUSUF berbeda dengan YUSUF-YUSUF lainnya. Jadi lebih mudah dikenali.

Hasil pencarian google menunjukkan bahwa keyword “AHMAD YUSUF KURNIAWAN” (dengan tanda kutip) memperoleh hasil lebih dari 1000 situs. Sedangkan “AHMAD YOUSUF KURNIAWAN” hanya 400-an situs.

Jadi lumayan lah… Saya (dan juga karya saya) lebih mudah dicari di google. Akhirnya saya dengan bangga menuliskan nama saya YOUSUF, meski dilafalkan dengan YUSUF juga.

Terima kasih, Bapak…, untuk nama yang indah ini. Nama yang terinspirasi dari Nabi Yusuf AS. Yusuf AS, yang bagi Bapak, tidak hanya seorang Nabi, tapi juga seorang ekonom handal. Yang dengan izin Allah mampu meramalkan akan adanya paceklik; dan kemudian melakukan antisipasi dengan menyimpan bahan makanan dan air, sehingga penduduk Mesir dan sekitarnya tidak kekurangan bahan pangan selama 7 tahun paceklik.

Semoga semua amal ibadah Bapak diterima di sisi Allah SWT.

اَللّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا


Mengenang Ayahanda Dr. Ir. Muhammad Djamhuri, SU  bin  H. Munawir.
Wafat: 20 Desember 1998 di Banjarmasin.


 

(Giessen, 2015)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s