Pemuda Jerman yang terinspirasi dari letusan Gunung Tambora

Giessen – Dia berusia 13 tahun pada saat terjadinya peristiwa the year without summer, saat gagal panen meluas akibat Benua Eropa terlingkupi awan gunung merapi akibat letusan Gunung Tambora tahun 1815. Bencana ini mengakibatan kelaparan yang hebat di belahan bumi utara, termasuk Eropa Barat, pada tahun 1816. Dia yakin bahwa ilmu kimia yang menjadi kegemarannya dapat memecahkan masalah riil di masyarakat. Salah satunya adalah kesediaan pangan.

Pemuda tersebut bernama Justus Freiherr von Liebig. Liebig dilahirkan di Darmstadt pada 13 Mei 1803. Ayahnya adalah seorang penyalur obat-obatan dan bahan pewarna. Pekerjaan ayahnya mencoba mencari berbagai warna dari bahan-bahan kimia sangat menarik perhatian Liebig pada kimia. Pada umur 14 tahun, semua literatur kimia di Darmstadt Library sudah dibaca habis dan semua eksperimen kimia telah diulanginya. Ketertarikannya pada kimia membawanya berpetualang menggali ilmu ke Heppenheim, Bonn, dan Erlangen.

Pada umur 20 tahun (1824), Liebig pergi ke Paris untuk belajar di bawah bimbingan Guy-Lusac, ilmuwan Perancis, yang mengubah hidupnya. Karena kecemerlangannya dan kerja kerasnya, Guy-Lussac (dan Humbolt) merekomendasikan Liebig ke Grand Duke Lugwig di Hessen, dan Liebig pun diangkat menjadi Professor Extraordinary of Chemistry di University of Giessen pada usia 21 tahun.

Liebig berhasil menyempurnakan teori humus yang saat itu dianggap sebagai satu-satunya sumber nutrisi tanaman. Menurut teori Liebig tentang nutrisi mineral, senyawa kimia N, P dan K adalah senyawa penting dalam pertumbuhan tanaman, sementara senyawa C bersumber dari udara dan H dari air. Teori ini berkembang menyempurnakan Hukum Minimum (Law of Minimum), dimana pertumbuhan tanaman tidak dipengaruhi oleh banyaknya sumberdaya tetapi oleh unsur mineral tertentu yang langka terdapat di tanah. Prinsip ini mendorong Liebig untuk menemukan pupuk buatan nitrogen dari amonia.

Penelitiannya tentang fisiologi dan patologi hewan dengan pendekatan kimia organik menjadi pelopor untuk produksi ternak. Penjelasannya tentang metabolisme pada hewan membawa kesimpulan bahwa sebagaimana tumbuhan berfotosintesis (dengan bantuan N) menghasilkan zat tepung, binatang pun mampu mensintesa lemak dari gula dan zat tepung. Teori ini juga berlaku pada manusia yang membawanya ke penelitian tentang asupan makanan (diet) dan cara memasak makanan yang tepat.

Penemuan selanjutnya pada kimia hewani membawanya pada penelitian tentang proses fermentasi dan dekomposisi organik. Hasilnya adalah teknologi penyimpanan dan cara pengolahan produk hewani yang tidak mengurangi kandungan gizi. Liebig berpendapat bahwa daging yang diekstrak menjadi cairan (juice) lebih bergizi dan lebih murah dibandingkan dengan pengawetan biasa. Atas dasar inilah Liebig mendirikan Liebig’s Extract of Meat Company untuk menyediakan sumber gizi hewani yang murah untuk masyarakat. Perusahaan ini membeli daging murah di Bulgaria dan menjualnya ke negara Eropa yang harga dagingnya mahal.

Tahun 1852, Liebig ditunjuk King Maximillian II of Bavaria untuk bekerja di Ludwig Maximillian University of Munich, sekaligus menjadi penasihat ilmiah King Maximillian. Liebig meninggal tahun 1873 di Munich dan dimakamkan di sana.

Justus Freiherr von Liebig adalah seorang ilmuwan yang luar biasa. Sebagai seorang ahli kimia, beliau berhasil menerapkan ilmu kimia di bidang biologi dan pertanian. Liebig adalah Bapak dari Kimia Organik. Selain itu,Liebig adalah seorang pendidik yang handal, yang mempelopori laboratorium kimia yang lebih modern dan lebih berorientasi pada pendidikan. Dia adalah guru kimia terhebat sepanjang masa.

DSCF1738

Di Laboratorium pendidikan milik Liebig di Liebig Museum (Foto: Do dan Kurniawan, 2012)

Atas jasa-jasanya inilah namanya diabadikan pada University of Giessen, sehingga universitas tersebut menjadi “Justus-Liebig-Universität Giessen” sejak berakhirnya Perang Dunia II hingga sekarang.

Sumber:

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s