26 tahun tradisi Stadt-iftar di Giessen

Giessen an der Lahn – Tahun 2016 ini, sudah 26 tahun komunitas Islam di Giessen mengadakan jamuan buka puasa bersama (Stadt-iftar). Tradisi ini telah menjadi tradisi yang tidak terpisahkan dari Kota Giessen.

DSCN9294

Stadt-iftar, festival jamuan buka puasa bersama di Giessen (Foto: Kurniawan, 2016)

Dikutip dari euturkhaber,tradisi ini sudah dimulai sejak Ramadhan pada April 1990, dengan mulai mengundang komunitas dan kelompok relijius non-muslim. Meski pada awalnya timbul sikap skeptis dan pertanyaan dari sebagian muslim tentang perlunya mengundang non-muslim, tapi kegiatan tersebut tetap dilaksanakan. Hasilnya muncul sikap positif dari publik jerman, seperti disampaikan dalam koran lokal Giessen pada waktu itu, bahwa kontak imigran dengan orang Jerman telah meningkat. Ini tak lepas dari kerja keras dan optimisme pengurus DITIB (Turkish-Islamic Cultural Assosiation) dan komunitas muslim lainnya.

Dari sumber euturkhaber  pula, jamuan iftar bersama pertama kali digelar di sebuah club house kecil (Vereinhaus) yang dihadiri 50 orang. Kemudian tahun-tahun selanjutnya dengan semakin meningkatnya jumlah hadirin, jamuan iftar diadakan berturut-turut di  Bürgerhäusern, gedung universitas (Uni-Hauptgebaude), Audimax, Balai Kota (Rathaus), dan kemudian di halaman Masjid Bukhara. Selama 6 tahun terakhir, Stadt-iftar diadakan di tempat terbuka di Kirchenplatz, di tengah kota Giessen, dengan motto “Sichtbare Integration” (Visible Integration).

Tahun ini, gelaran Stadt-iftar menjadi sangat istimewa. Pertama, kegiatan ini bertepatan dengan meningkatnya Islamophobia dan meningkatnya sentimen sebagian masyarakat Jerman terhadap imigran. Ini ditandai dengan meningkatnya dukungan terhadap partai-partai berhaluan ultra-nasionalis, seperti AfD. Kedua, bertepatan dengan Babak 16 Besar Euro Cup 2016 yang mempertemukan Kroasia vs Portugal. Akibatnya harus berbagi tempat dan pengeras suara dengan acara nonton bareng.

DSCN9264

Lokasi jamuan buka bersama (kanan) yang harus berbagi dengan acara nonton bareng Euro Cup 2015 (kiri) (Foto: Kurniawan, 2016)

Meski demikian, acara ini mendapat sambutan yang positif dari publik Giessen. Kurang lebih seribu orang berkenan hadir, baik kaum muslimin, maupun organisasi keagamaan dan budaya, serta pengungsi. Para penonton Euro Cup pun bersedia menurunkan volume suara siaran langsung selama acara iftar.

DSCN9284

Menunggu saat berbuka, sambil mendengarkan sambutan-sambutan, mengenalkan Islam dan Ramadhan, dan hiburan lagu Islami (Foto: Kurniawan, 2016)

Komunitas Islam Indonesia pun berpartisipasi dengan mengajak teman kuliah baik yang setanah air maupun bukan untuk turut hadir dan meramaikan acara ini.

DSCN9292

“Delegasi” Indonesia juga tidak ketinggalan (Foto: Kurniawan, 2016)

DSCN9275

Generasi penerus juga turut meramaikan. Bermain sambil belajar (Foto: Kurniawan, 2016)

DSCN9290

Terima kasih untuk kerja keras yang luar biasa untuk menyukseskan acara ini (Foto: Kurniawan, 2016)

Stadt-iftar sekarang ini telah menjadi tradisi yang tak terpisahkan di Kota Giessen. Tradisi ini  merupakan kesempatan untuk saling mengenal antar sesama komunitas, meningkatkan hubungan inter-kultural dan inter-religius, dan dialog sosial-politik. Ini juga sekaligus promosi tentang Islam dan apa yang umat Islam rasakan. Bagaimana pun juga, umat muslim yang menetap di sini juga adalah warga Giessen, warga Hessen, dan warga Jerman.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s