Berpesta Gula di Jerman

Frankfurt am Main – Dulu, saya sering membaca dan mendengar kisah orang-orang yang telah menjalaninya di negara lain. Bagaimana suka duka mereka dan kerinduan terhadap suasana puasa dan lebaran di tanah air. Sungguh kisah-kisah yang luar biasa…!!!

Seolah-olah hampir tak percaya, saya juga mengalaminya. Ini adalah lebaran ke-5 saya di Jerman. Sekaligus 5 kali menjalani puasa Ramadhan di musim panas. Hanya rasa syukur yang terucap karena semuanya dapat tunai sebulan penuh. Maha Besar Allah yang menciptakan bumi dengan berbagai variasi iklimnya dan menciptakan manusia dengan sebaik-baiknya sehingga mampu beradaptasi untuk beribadah.

Lebaran di Jerman dikenal dengan Zuckerfest, atau kalau diterjemahkan artinya pesta gula. Lho kok..? Ini tak lepas dari budaya Turki yang telah dikenal lama di Jerman. Seperti halnya di Indonesia, masyarakat Turki merayakan lebaran dengan saling mengunjungi kerabat, sanak famili dan tetangga. Biasanya mereka menyediakan berbagai kue dan permen manis yang dihias istimewa, sehingga lebaran juga dikenal sebagai Seker Bayram yang artinya kurang lebih pesta/festival gula. Lebaran di Jerman juga dikenal sebagai Fest des Fastenbrechens atau Ramazanfest yang menandai berakhirnya puasa Ramadhan.

776048_1_147669830_7002

Zuckerfest komunitas Turki (Foto: stimme.de)

Untuk masyarakat muslim internasional, lebaran umumnya lebih dikenal dengan Id ul-Fitr. Biasanya kita saling mengucapkan Eid Mubarak jika bertemu dengan saudara sesama muslim.

Sholatul ied umumnya dilakukan pada pagi hari untuk mengakomodasi karyawan dan mahasiswa yang tidak bisa libur saat lebaran. Biasanya antara pukul 6.00 – 7.00 CEST. KJRI Frankfurt dan MMI (Masyarakat Muslim Indonesia) Frankfurt sendiri melaksanakannya agak siang, jam 9.00 – 10.00 CEST untuk mengakomodasi jamaah yang datang dari luar kota.

DSCN9311

Jamaah WNI dan dari negara lain sedang menyimak Khutbah Idul Fitri di Frankfurt, 2016 (Foto: Kurniawan, 2016)

Tidak ada libur resmi saat Idul Fitri di Jerman, kecuali beberapa kota seperti Hamburg. Pemerintah federal belum bisa memberikan hari libur untuk Idul Fitri. Salah satu alasannya adalah belum adanya kesepakatan mengenai penentuan 1 Syawal di antara komunitas-komunitas muslim di Jerman. Sebagian komunitas muslim ada yang menentukan 1 Syawal mengikuti Arab Saudi, negara asalnya, atau koordinasi antar organisasi Islam di Jerman (seperti: ZMD). Seandainya semua komunitas muslim sepakat dengan penentuan 1 Syawal, maka libur lebaran di Jerman bukanlah hal yang mustahil…. Insya Allah

DSCN9323

Saling maaf memaafkan (Foto: Kurniawan, 2016)

Namun, hal ini tidak mengurangi keceriaan. Gedung Mainfeld yang disewa untuk sholat ied penuh dengan jamaah, baik WNI maupun dari warga negara lain.Selesai sholat ied, kami saling bermaaf-maafan, bercengkerama, dan berfoto bersama. Sambil menikmati lezatnya snack persembahan dari MMI. Kemudian berpisah menuju rumah atau tempat kerja/kuliah masing-masing. Sebagian dari kami berjalan-jalan keliling Frankfurt bersama teman-teman dari kota lain. Kemudian diakhiri dengan makan bersama di sebuah restoran yang, … alhamdulillah, tidak tutup. Semoga dengan ini semua, silaturahmi akan meningkat.

EID MUBARAK…!!!

20160629-20160629_213147 copy

Taqoballahu minna wa minkum (by Kurniawan, 2016)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s