Humor Era Nazi (2)

Giessen – Tidak semua orang yang  hidup tertekan dibawah Hitler bersikap pasif. Sebagian dari mereka melakukan gerakan bawah tanah, dan sebagian lagi melakukan perlawanan melalui humor. Cara ini lebih aman daripada protes langsung melalui demostrasi atau menyebar selebaran. Paling tidak jika sampai tertangkap mereka bisa berdalih kalau hanya bercanda atau sedang mabuk.

Berikut ini beberapa lelucon di era Nazi dari berbagai sumber.


Selembar poster dari Dana Bantuan Musim Dingin tertulis: “Tidak boleh ada seorang pun yang kelaparan dan menderita karena kedinginan”
Seorang pekerja berkata pada rekannya: “Bahkan kita tidak diijinkan untuk kelaparan dan menderita.”

 

***

Levi dan Hirsch bertemu tidak sengaja bertemu di alam liar Sudan. Masing-masing dari mereka membawa senapan berburu dan sekelompok orang pengangkut barang.
“Bagaimana kabarmu?” tanya Levi. “Apa yang kamu lakukan disini?”
“Aku punya toko ukiran gading di Alexandria, dan supaya biaya tetap rendah, aku menembak sendiri gajah-gajahnya. Dan kamu?”
“Hampir sama. Aku punya bisnis kulit buaya di Port Said dan aku disini sedang berburu buaya.”
“Dan apa ceritanya dari teman kita Simon?”
“Oh…, dia petualang sejati. Dia tinggal di Berlin.”

 

***

Pertanyaan: Apakah reaksioner itu?
Jawaban   : Seseorang yang menempati pekerjaan bergaji tinggi yang didambakan oleh petinggi Nazi.

 

***

 Telepon berdering, dan seorang pria berkata: “Hallo, bisa bicara dengan Müller?”
“Siapa?”
“Müller. Apa Müller ada di sana?”
“Tidak, namaku Schmidt.”
“Oh, maaf, aku pasti telah memilih nomor orang yang salah.”
“Tidak masalah, kita semua melakukannya di pemilu kemarin.”

 

***

Tünnes dan Schäl sedang berjalan di lahan penggembalaan sapi. Tünnes menginjak kotoran sapi dan nyaris jatuh.
Tiba-tiba dia mengangkat tangan kanannya dan berteriak, “Heil Hitler…!!!”
“Apa kamu gila?” tanya Schäl. “Apa yang kamu lakukan? Tidak ada seorang pun di sini.”
“Aku mengikuti aturan,” jawab Tünnes. “Kapan pun kamu menginjak dan dimanapun,  harus berkata ‘Heil Hitler!’.”

 

***

Di Swiss, seorang pejabat tinggi Nazi menanyakan fungsi dari satu gedung publik.
“Itu gedung kementerian kelautan,” kata orang Swiss.
Tokoh Nazi itu tertawa dan menghina, “Kalian hanya punya dua atau tiga kapal, kenapa perlu kementerian kelautan?”
Orang Swiss menjawab,”Ya, – lalu kenapa kalian masih perlu kementerian kehakiman di Jerman?”

***

 

Perbedaan antara matahari dan Hitler:
“Matahari ‘terbit’ di timur, sementara Hitler ‘tenggelam’ di timur.

***

 

Perbedaan antara India dan Jerman:
Di India, satu orang bersedia kelaparan demi semua orang, sementara di Jerman semua orang harus kelaparan demi satu orang.

***

 

Kepala Perlindungan Serangan Udara di Berlin baru saja menyarankan ke penduduk untuk tidur lebih awal dan berusaha untuk tidur dua atau tiga jam sebelum pemboman dimulai. Beberapa orang mengikuti saran itu, namun sebagian besar tidak. Penduduk Berlin berkata bahwa orang yang mengikuti saran tiba di ruang bawah tanah setelah alarm berbunyi dan menyapa tetangganya dengan ucapan “Selamat pagi”. Ini artinya mereka telah tidur sebelumnya. Yang lainnya, akan tiba dan berkata: “Heil Hitler!” Ini berarti mereka selalu tertidur.

***

 

Führer, Göring, dan Musolini sedang berada di pesawat yang terbang di atas Münich. Mereka mendiskusikan bagaimana usaha terbaik agar mereka menjadi populer di mata penduduk Münich. Göring memutuskan bahwa ia akan menyebarkan kupon jatah mentega. Führer akan menyebarkan kupon jatah daging.
Mussolini pergi ke ruang kokpit, menepuk pundak pilot, dan berkata: “Berikan aku saran. Aku tidak punya kupon jatah mentega dan daging; apa yang bisa kulakukan agar aku populer di antara orang Münich?”
Pilot menyarankan untuk melempar dua penumpang lainnya dari pesawat.


Sumber:

  • Ask Historian
  • Moeller, Robert G. The Nazi State and German Society: A Brief History with Documents. Boston: Bedford/St. Martin’s, 2010. Print.

Lihat Part 1 | Part 2 

 

 

 

Advertisements

One thought on “Humor Era Nazi (2)

  1. Pingback: Humor Era NAZI (1) | Kurniawan's Page

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s