Menjadi pengungsi di Jerman gara-gara bom…

Giessen an der Lahn -Pengungsi adalah seseorang atau sekelompok orang yang meninggalkan suatu wilayah guna menghindari suatu bencana atau musibah.

Tak disangka, sepertinya saya akan mengalami sendiri “penderitaan” sebagai pengungsi. Hal ini karena pada tanggal 5 Desember 2016 lalu, ditemukan Fliegerbombe (bom serangan udara) sisa Perang Dunia II seberat 250 kg di persimpangan Leihgesternerweg dan Ohlenbergweg.

Penjinakan bom (disarming and disposal) dilakukan pada hari Rabu, 7 Desember 2016. Pukul 14.00 CET lokasi sudah harus dikosongkan, kemudian penjinakan dimulai pada pukul 17.00 CET sampai pada waktu yang tidak bisa ditentukan.

Selama penjinakan bom, area dalam radius 700 m dari lokasi bom harus dikosongkan. Termasuk sekolah, universitas, tempat bisnis dan 3.500 penghuni. Sementara itu masih ada dua situs yang mencurigakan yang masih akan diperiksa.

screenshot_3

Lokasi bom dan area terdampak

Pada hari dan jam penjinakan, penduduk di area terdampak harus dievakuasi dan mengungsi ke tempat aman. Mereka bisa mengungsi ke kerabat, kenalan, atau hotel. Bagi yang tidak  memiliki tempat mengungsi, pemerintah menyediakan tempat alternatif di gedung olahraga Ost-Halle. Petugas ambulance dan pemadam kebakaran juga akan membantu bila ada yang tidak mampu meninggalkan rumah. Sementara itu, area terdampak diblokade ketat, serta lalu lintas dan rute bus dialihkan.

Bagaimana reaksi Giessener (warga Giessen)? Memang awalnya saya menduga tidak akan begitu heboh. Tetapi dugaan saya salah. Giessener tidak heboh sama sekali, dari sejak bom ditemukan sampai proses penjinakan selesai. Mereka tetap beraktivitas seperti biasa. Lokasi penemuan bom sebelum hari penjinakan pun terlijat sepi. Tidak nampak orang berkumpul untuk sekedar melihat-lihat atau berfoto ria. Bahkan tidak nampak polisi yang berjaga. Semuanya normal. Mungkin juga karena sudah diumumkan kalau bom nya tidak berbahaya.

Penemuan bom sisa Perang Dunia 2 adalah hal yang biasa di Jerman. Apalagi di kota-kota yang pernah menjadi sasaran pengeboman, seperti: Giessen, Darmstadt, Frankfurt, Berlin, dan lain-lain. Umumnya bom ditemukan saat ada pekerjaan konstruksi.

Endingnya benar-benar twisted saudara-saudara. Ternyata proses penjinakan bom hanya berlangsung selama 20 menit. Persiapan saya untuk mengungsi  (mulai dari menyimpan dokumen, membawa schlafsack (kantung tidur) dan makanan, dll) menjadi sia-sia. Akhirnya malam itu saya bisa tidur di kamar sendiri.

1894_2166_1_r

Proses evakuasi bom (Foto: giessen.de)

Tapi cara mereka menangani peristiwa tetap bikin kagum. Mereka bekerja cepat dalam mengkoordinasi, bekerja mengevakuasi, dan lain-lain. Semua dilakukan secara cermat, teratur dan tanpa menimbulkan kehebohan yang berarti. Informasi tentang proses ini juga diberikan secara real-time di website Giessen.de, termasuk pengalihan lalu lintas dan perubahan rute bis. Warga di area terdampak pun kooperatif.

Pemerintah juga memperhatikan keselamatan warganya. Meski dikatakan bomnya sudah tua dan tidak berbahaya, tetapi mereka tetap mengevakuasi 3.500 orang di area terdampak dan menutup sejumlah gedung universitas, sekolah, tempat bisnis dan gedung pemerintah. Bahkan proses penjinakan sempat tertunda 30 menit karena ada orang yang tidak sengaja berada di area evakuasi.

Sumber berita:
Giessener Allgemeine
Giessen.de

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s