Energi sampah

Frankfurt an Main – Jerman termasuk negara yang terkenal dengan kebersihan kota-kotanya. Selain karena kedisplinan warganya, kebersihan kotanya ini juga berkat pengelolaan persampahan yang baik, mulai dari pemilahan sampah di level rumah tangga sampai pada pengelolaan akhir. Sampah di Jerman dipilah menjadi empat golongan, yaitu: sampah kemasan (tong sampah kuning), kertas (tong sampah biru), organik (tong sampah hijau), dan sampah dapur/sisa (tong sampah hitam). Sampah kemasan dan kertas  didaur ulang, sedangkan sampah organik diolah secara biologis.

Bagaimanakah cara Jerman mengelola sampah dapur/sisa? Pertanyaan ini terjawab setelah kami, pelajar Indonesia, berkesempatan mengunjungi MHKW Frankfurt pada 10 Februari 2017 lalu.

dscn0321

MHKW di Frankfurt-Nord (Foto: Kurniawan, 2017)

Müllheizkraftwerk (MHKW – waste incineration plant) Frankfurt merupakan instalasi pembangkit energi dari pembakaran sampah yang termodern dan paling ramah lingkungan seantero Jerman. MHKW ini juga berkontribusi dalam pengurangan carbon dan menurunkan efek perubahan iklim.

Pembangkit energi ini telah ada sejak 1960-an di Frankfurt-Nordweststadt dengan nama AVA (household waste incinerator). Tahun 1984-1987 mengalami pembaharuan teknologi, dan semenjak itu modernisasi terus dilakukan bertahap. Tahun 2005, AVA mengalami perubahan besar-besaran, sejak Jerman mengeluarkan aturan bahwa  sampah harus diolah secara thermal atau biologis. Ini adalah akhir dari era pengelolaan sampah sistem landfill. Mengakomodasi aturan ini, AVA, FES (bidang pengelolaan sampah dan kebersihan), dan Mainova AG (pensuplai listrik, gas, pemanas, dan air) membentuk MHKW untuk mengejar keuntungan lebih besar dan bersinergi secara ekologi. Dengan demikian pengelolaan sampah rumah tangga ini juga memberikan kontribusi terhadap penyediaan energi sekaligus pengurangan karbon.

dscn0328

Mekanisme kerja pembakaran sampah (Foto: Kurniawan, 2017)

MHKW memiliki 4 unit pembakaran sampah. Sedikitnya 3 unit bekerja secara terus menerus. Satu unit mampu membakar 20 ton sampah per jam pada suhu 1000 derajat Celsius. Pembakaran ini menghasilkan uap panas bersuhu 500 derajat Celcius dan tekanan 60 bar. Uap ini digunakan untuk pembangkit listrik dan pemanas. Sisa hasil pembakaran, berupa schlacke (terak) digunakan untuk pembangunan jalan, sementara abu (yang dicampur dengan karbon aktif dan kapur dari filter cerobong asap) dikirim ke pabrik semen. Jadi hampir tidak ada material yang terbuang.

Beberapa fakta menarik diantaranya:

  • Dalam setahun, fasilitas ini membakar 525.600 ton sampah rumah tangga.
  • Rata-rata volume sampah mencapai 1900 ton per hari.
  • Pengurangan volume sampah dari tahun ke tahun sebesar 10-20%, dan berat sampah berkurang sampai 25%.
  • Menghasilkan 1.576.800 ton uap air per tahun, dan menghasilkan listrik dan pemanas bagi 30 ribu rumah.
  • Menghasilkan listrik 49 MW.
  • Menghemat 140 juta liter bahan bakar fosil per tahun.

Bayangkan saja, dengan dua pembangkit seperti ini sampah-sampah Jakarta di Bantar Gebang dan sekitarnya akan habis. Tak heran, negara seperti Swedia sampai harus mengimpor sampah untuk “memberi makan” pembangkitnya.

dscn0360

Di ruang kendali crane (Foto: Kurniawan, 2017)

Namun sayang sekali, teknologi ini masih belum menarik perhatian pemerintah kita. Pembangunan incinerator masih sebatas pada wacana belaka. Memang ada beberapa alasan, diantaranya teknologi yang mahal dan belum ada investor yang tertarik. Sedikitnya diperlukan investasi setara dengan separuh APBD Jakarta (Rp 34 trilyun) jika ingin membangun incinerator yang setara dengan MHKW. Selain itu, kebutuhan tenaga panas untuk pembangkit masih bisa dipenuhi (bahkan berlebih) dari panas bumi.

Incinerator sampah seperti ini mungkin merupakan solusi ideal bagi masalah sampah di kota-kota besar di Indonesia. Sebagai langkah awal, tidak perlu sebesar dan secanggih MHKW. Cukup dengan skala yang lebih kecil dengan partisipasi dari PLN dan dinas kebersihan terkait.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s