Hobi berkebunnya orang Jerman

Gießen an der LahnAsal-usul orang Jerman adalah petani dan masyarakat Jerman bangga dengan hal itu. Sampai-sampai ada slogan bahwa orang Jerman muncul dari tanah. Tak heran, bertani dan berkebun telah mendarah daging. Dan mereka pun berusaha terus mengenalkan pertanian dan berkebun kepada anak-anaknya.

Berkebun sendiri merupakan hobi yang serius bagi orang Jerman. Mereka bisa mengorbankan waktu dan dana yang tidak sedikit untuk hobi ini. Kadang, keberadaan taman dan halaman menjadi salah satu hal yang sangat dipertimbangkan sebelum memutuskan membeli/menyewa rumah. Hobi ini tentu bukan masalah bagi orang yang tinggal di pedesaan atau tinggal di rumah dengan halaman luas. Tapi bagaimana dengan orang yang tinggal di apartemen di kota?

Mereka rela menyewa Schrebergarten (petak tanah beberapa meter persegi di pedesaan atau tepi kota) demi memuaskan hobi berkebun dan mengenalkan anak tentang pertanian dan alam. Mereka juga membangun semacam pondok kecil (Laube) untuk menyimpan perkakas sekaligus tempat bersantai dan barbecue (grillen) di musim panas. Biaya sewa awal Schrebergarten ini sekitar 2.000€-5.000€ ditambah dengan sewa per tahun 500-700€.

Banyak turis (termasuk saya sendiri saat baru tiba di Jerman) mengira itu adalah daerah tempat tinggal orang yang kurang beruntung. Padahal itulah kebun mereka. Berkat kebun-kebun seperti inilah orang Jerman bisa bertahan hidup usai Perang Dunia II.

20180305-20180305_154055

Deretan Schrebergarten di tepi Sungai Lahn, Giessen (Foto: Kurniawan, 2018).

Bagi yang tidak bisa menyewa Schrebergarten, balkon bisa jadi tempat pelampiasan hobi. Balkon bisa dieksploitasi mulai dari hari pertama di musim semi, sampai daun rontok di musim gugur. Bunga yang ditanam juga berganti-ganti sesuai musim, seperti Tulip di musim semi dan Dahlia di musim panas.

Hobi ini juga menjadi peluang bisnis yang menjanjikan di Jerman. Saat menjelang musim semi mucullah berbagai diskon untuk bibit, tanah/pupuk, obat-obatan, pot dan mebel, alat-alat berkebun, dan aksesoris kebun. Alat berkebun mulai dari yang tradisional sampai yang kekinian dan berteknologi canggih gencar dipromosikan. Hampir semua convenient store juga menyediakan alat dan aksesoris berkebun. Toko-toko gardening juga memajang jualannya sampai ke emperan toko.

Pehobi ini juga dimanjakan dengan bervariasinya majalah yang membahas kebun dan taman. Setiap pameran pun pas memiliki stand yang membahas tentang pernak-pernik kebun dan taman. Bahkan setiap tahun ada pameran besar tentang gardening, seperti Grünwoche Berlin. Pehobi pun jadi banyak memiliki ide untuk kebun dan tamannya. Kalau masih belum puas, mereka bisa berkunjung ke Belanda yang merupakan masternya pertamanan.

Orang Jerman memang terkenal dekat dengan alam. Dalam mengelola kebunnya, mereka pun berusaha menyelaraskan dengan alam. Mereka memiliki tong-tong yang mengolah sampah organik menjadi pupuk. Mereka juga menggunakan air hujan untuk menyiram tanaman.

Begitulah orang Jerman. Mereka sangat serius dengan hobi berkebun, bahkan cederung protektif. Pohon yang terlalu besar hingga bayangannya menutupi rumput kebun tetangga bisa jadi masalah. Namun, mereka juga tidak mau diganggu dengan bisingnya mesin pemotong rumput milik tetangga. Biasanya ada aturan tentang jam-jam penggunaan mesin pemotong rumput (biasanya pukul 9-13 dan 15-17, dan bukan hari Minggu/libur), dan kapan bisa pesta barbecue.

Itulah mengapa mereka senang dan kagum dengan Indonesia. Di Indonesia mereka membayangkan bisa melampiaskan hobinya sepanjang tahun. Ditambah lagi dengan keanekaragaman tanaman hias, bunga, sayuran, dan obat…. Wuuiiihh… Bagi mereka, inilah Surga Dunia.

Hobi berkebun orang Jerman ini sedikit banyak menulari saya. Namun karena jelas tidak mampu menyewa Schrebergarten dan apartemen saya tidak memiliki balkon pribadi, jadinya ya cukuplah dipuaskan dengan closed terrarium saja.

Ada satu hal yang unik, di Giessen ternyata ada Gießkannen Museum (Museum Penyiram Tanaman). Isinya berbagai hal tentang alat penyiram tanaman, mulai dari model zaman jadul sampai model kekinian.

20180306-20180306_094107

Gießkannen Museum di Sonnentraße, Gießen (Foto: Kurniawan, 2018)

Musim semi hampir tiba di Jerman. Saatnya mereka mulai membersihkan taman dan mulai berkebun.

Advertisements

14 thoughts on “Hobi berkebunnya orang Jerman

    • Iya, Mbak. Karena bayangan pohon membuat pertumbuhan rumput dan tanaman menjadi kurang baik. Yang dirugikan bisa memnuntut ganti kerugian biaya tanam rumput/tanaman, pupuk, perawatan, dll.
      Tapi memang sebelumnya pemilik pohon akan diminta merapikan cabang (atau menebang pohonnya).
      Tapi bila tidak mau ya jalan satu-satunya ya ke pengadilan.
      Jadi, sebelum menanam pohon, biasanya orang Jerman akan memperkirakan dulu seberapa besar pohon itu nantinya dan berapa jaraknya dengan batas halaman tetangga.
      Kalau ga salah ada semacam reality show di TV Jerman (kalau ga salah VOX) tentang gugatan2 yang aneh di pengadilan. Salah satu yang pernah saya tonton ada kasus air untuk menyiram tanaman otomatis yang mengalir hingga ke halaman tetangga.

      Liked by 1 person

  1. Keren juga ya. Tapi bener aku baru tau klo disna bynk jg yg bertani. Dalam benak ku jerman negara yg penuh teknologi. San saya pikir pertanian sudah punah terutama pertanian tradisional hehehe

    Ternyata saya salah

    Like

    • Memang untuk pertanian bisnis semuanya pakai mesin dan traktor. Ini karena demi efisiensi biaya dan sulitnya mencari tenaga kerja yang mau bekerja di pertanian.
      Kalau untuk halaman atau kebun-kebun kecil, ada yang tradisional dan modern. Cara tradisional masih dimungkinkan karena ukuran schrebergarten umumnya kecil dan dapat dikerjakan sendirian.
      Untuk pengolahan hasil, masih juga ada yang masih pakai cara-cara tradisional. Misalnya roti yang dipanggang di panggangan tradisional dan pakai bakar kayu.
      Ada juga produk sosis, olahan susu, wine, dll yang masih diolah scr tradisional.
      Produk olahan tradisional ini cukup laku dipasaran, meski harganya lebih mahal. Orang Jerman sendiri masih suka dengan alasan sentimentil, kenangan, dan alasan kesehatan.

      Like

  2. Nah, artikel pertanian negara Jerman ini bisa buat contoh buat pertanian di Indonesia.
    Petani ngga selalu identik dengan kesan old fashion atau jadul … buktinya mereka bisa mengolah lahan tani jadi kekinian, keren dipandang mata.

    Mantaap …

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s