Kelompok-kelompok ekstremis di Jerman (1)

Giessen an der Lahn – Kelompok ekstremis ada di setiap negara. Kelompok ini cenderung menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya, termasuk melakukan kejahatan, kekerasan, dan pengrusakan. Di Jerman sendiri, kelompok ini cukup merepotkan pihak keamanan dan menimbulkan kecemasan bagi masyarakatnya. Berikut ini adalah beberapa di antaranya:

Ekstremis sayap-kanan (Right-wing extremist)

Kelompok-kelompok ekstremis sayap-kanan ini tidak memiliki ideologi yang sama persis, tapi kelompok ini muncul dengan beberapa ideologi termasuk nasionalis, rasis, dan anti-semit, yang memiliki tujuan berbeda.

20170725-20170725_101040

Selebaran anti ekstremis sayap-kanan (Foto: Kurniawan, 2017, di Instagram)

Namun, kelompok-kelompok ini memiliki ideologi yang mirid, yaitu ideologi “Volksgemeinschaft” (komunitas rakyat/negara) dimana kelompok-kelompok masyarat yang homogeneous (etnis/ras yang sama) bersatu membentuk negara authoritarian. Pemimpin negara bertindak sesuai dengan keinginan orang-orang yang memilihnya. Mereka percaya dengan ideologi ini (disebut juga National Socialism) mereka dapat bebas berdemokrasi seperti: bebas memilih atau menjadi oposisi, tanpa adanya elemen kontrol yang kuat. Jadi kelompok ini menentang sistem demokrasi yang berlaku di Jerman

Kelompok ini menyebut dirinya neo-Nazi yang kemudian bercabang diantaranya Nationaldemokratische Partei Deutschlands (NPD/National Democratic Party of Germany), Bürgerbewegung pro NRW (pro NRW/Civic Movement for North Rhine-Westphalia), atau the parties DIE RECHTE (The Right), dan Der III. Weg (The 3rd Way).

Di akhir 2015, ekstrimis sayap-kanan memiliki 22.600 pengikut, mayoritasnya adalah anggota NPD. Dari jumlah tersebut, sekitar 11.800 berpotensi melakukan kekerasan. Jumlah ini diperkirakan akan semakin meningkat seiring dengan adanya krisis pengungsi.

Kelompok ini sangat xenophobia dan anti-semit. Sekarang ini mereka fokus pada kampanye anti-Islam (Islamophobia) dan anti imigran. Mereka giat mengkampanyekan ancaman dominasi kebudayaan asing. Mereka menyebarkan sloganVolkstod, yaitu   orang Jerman asli akan mati karena menurunnya angka kelahiran namun sebaliknya imigran dan keturunannya akan semakin meningkat.

Beberapa kelompok seperti: Nationalsozialistischer Untergrund (NSU/National Socialist Underground), Oldschool Society (OSS),  Weiße Wölfe Terrorcrew (WWT/White Wolves Terror Crew) dan Bürgerwehr FTL/360 (Vigilante Group FTL/360)  juga melakukan atau merencanakan aksi kekerasan dan teror.

Tahun 2015, tercatat 21.933 kasus kejahatan (meningkat 42.2% dibandingkan tahun 2014) dan 1.408 kekerasan yang dimotivasi oleh ekstremis sayap-kanan. Mereka juga menyerang tempat penampungan pencari suaka (894 kasus kriminal, 154 kasus kekerasan, dan 75 kasus pembakaran).

Ekstremis sayap-kiri

Kelompok ini bertujuan untuk mengatasi masalah kenegaraan dan tatanan sosial dengan mengganti demokrasi menjadi sistem komunis atau anarkis. Untuk itu mereka melakukan protes sosial, agitasi terbuka, dan gerakan rahasia, termasuk juga melakukan kekerasan. Kekerasan ini meliputi militansi jalanan, aksi rahasia (direncanakan dan dilakukan secara rahasia), pembakaran dan pengerusakan properti. Mereka berpendapat bahwa tindak kekerasan dibenarkan untuk melawan kekerasan struktural yang dilakukan oleh negara/sistem yang pemaksa, eksploitatif, dan penindas.

Sampai akhir 2015, ekstremis sayap-kiri memiliki 26.700 anggota, sedikit menurun dari tahun sebelumnya. Sekitar 7.700 anggotanya (termasuk 6.300 orang kaum autonomist) berpotensi melakukan kekerasan baik kepada lawan politik maupun polisi. Jumlah anggota yang berpotensi melakukan kekerasan sedikit meningkat dari tahun 2014. Tercatat sekitar 5.620 kasus kejahatan berlatarbelakang politik, termasuk kekerasan pada pihak keamanan (1.032 kasus) dan pada ekstremis sayap-kanan (833 kasus).

Ke Bagian 2

Sumber:
Bundesamt für Verfassungsschutz (BfV)

6 thoughts on “Kelompok-kelompok ekstremis di Jerman (1)

  1. Pingback: Kelompok-kelompok ekstremis di Jerman (2) | Kurniawan's Views

  2. Wow, ternyata di Jerman ada kelompok2 ekstremis bgtu ya…itu berpotensi mengacau keutuhan ngara jg.

    Sy tdk tahu ap di Indonesia jg punya potensi adanya kelompok2 demikian. Yg sy tahu di Indonesia itu cenderung memiliki kelompok radikal, tp dari kalangan org beragama, itu yg sy tahu…meskipun kelompok demikian itu aslinya bkn dari Indonesia.

    Bgmn menurut Anda?

    Liked by 1 person

    • Di Indonesia sebenarnya juga ada meski tidak kentara. MIsalnya sayap kanan yang bisa dikenali dari nasionalisme dan sifat kedaerahan yang berlebihan (seperti menyangkut juga masalah pribumi dan non-pribumi, atau lokal dan non-lokal). Kalau sayap kiri ada demo buruh yang dimanfaatkan orang radikal untuk berbuat kerusuhan.

      Kalau saya lihat di Indonesia hampir semua kelompok punya orang yang radikal. Tidak hanya dari kelompok agama, tetapi juga kelompok nasionalis, budaya, pemuda, pekerjaan, dll. Namun kebanyakan orang yang radikal ini hanya berdasarkan dukungan yang membabi buta pada figur tertentu, bukan pada dukungan berdasarkan ide yang diperjuangkan.

      Liked by 2 people

    • Iya, Mas. Beberapa menganggap ini adalah efek dari globalisasi. Sayap kanan merasa globalisasi membuat makin hilangnya identitas bangsanya. Sementara sayap kiri merasa globalisasi malah membuat kesenjangan ekosospol. Beberapa diantaranya menyuarakannya melalui tindakan kekerasan.

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s