Kelompok-kelompok ekstremis di Jerman (2)

Giessen an de Lahn – Jerman adalah surga bagi pencari suaka yang tertindas di negara asalnya, baik karena alasan politis, ekonomi, agama, sosial, dan etnis. Namun tak jarang mereka membawa ideologinya di Jerman dan memperjuangkan tujuan kelompoknya di negara asal. Kegiatannya mulai dari penggalangan dana, kampanye, dan aksi damai. Tetapi ada sebagian anggotanya yang melakukan kekerasan terhadap lawan politiknya di Jerman atau mendukung kekerasan dan terorisme yang dilakukan kelompoknya di negara asal.

Tahun 2015, jumlah mengikut total kelompok ini mencapai 29.050, sedikit menurun dari 29.330 pengikut di tahun 2014. Dari jumlah ini mayoritas adalah pengikut kelompok ekstrimis sayap kiri asing (17.550), ekstrimis sayap kanan asing (10.000), dan sisanya kelompok separatis.

Tahun 2015, terjadi 1.524 kasus kriminal yang berlatarbelakang politik, termasuk 235 kasus kekerasan. Jumlah kasus kriminal berlatar belakang politik ini turun 24,3%, sementara kekerasan turun hanya 9,3%.

Berikut ini adalah beberapa kelompok ekstremis asing yang ada di Jerman.

Partai Pekerja Kurdistan (PKK) / Partiya Karkerên Kurdistanê 

Aktivitas kelompok ini dinyatakan terlarang (banned) di Jerman sejak 1993, namun para pendukungnya masih bergerak dalam skala kecil. Umumnya mereka bergerak sebagai pendukung Abdullah Öcalan, yang dipenjara seumur hidup di Turki. Kelompok dengan 13.000 pengikut di Jerman ini bertujuan untuk memperoleh otonomi politis dan budaya bagi orang Kurdi terutama yang tinggal di wilayah Turki. Di wilayah utara Irak, kelompok ini memiliki sayap bersenjata HPG (Hêzên Parastina Gel‎ / People’s Defence Forces). Milisi ini sering bentrok dengan aparat keamanan Turki.

20160827-20160827_191937

Demonstrasi damai menuntut pembebasan Abdullah Öcalan (Foto: Kurniawan, 2016)

Di Jerman, sisa-sisa PKK masih merupakan kelompok terkuat. Mereka memiliki kemampuan untuk berorganisasi yang baik, berganti taktik dan strategi secara cepat, dan memiliki militansi yang tinggi. Mereka sering melakukan aksi damai.

Dalam aktivitasnya di Jerman, kelompok ini memiliki potensi untuk bentrok dengan kelompok sayap-kanan Turki. Mereka juga berpotensi merekrut gerilyawan untuk dikirim ke wilayah konflik Kurdi.

Organisasi sayap-kiri Turki

Kelompok ini melakukan agitasi terhadap tatanan sosial Turki, termasuk melakukan terorisme di Turki. Dalam aktivitasnya di Jerman, kelompok ini mengaku mewakili kepentingan imigran dan pekerja untuk memperoleh perhatian publik.

Kelompok ini memiliki 2.500 pengikut, termasuk 1.300 pengikut Turkish Communist Party / Marxists-Leninists (TKP/ML), 650 pengikut Revolutionary People’s Liberation Party – Front (DHKP-C), dan hampir 600 pengikut Marxist-Leninist Communist Party (MLKP). DHKP-C dinyatakan terlarang di Jerman sejak terlibat dalam rentetan serangan teroris dan penyanderaan di Turki pada tahun 2012-2013 dan 2015.

Nasionalis Turki

Ideologi mereka berdasarkan pada nasionalisme (baik karena wilayah maupun etnis) Turki yang berlebihan. Mereka menilai individu hanya berdasarkan negara dan ras Turkinya.

Di Jerman, anggota-anggotanya berpayung pada organisasi legal, seperti  Föderation der türkisch-demokratischen Idealistenvereine in Deutschland e.V (ADÜTDF – Federation of Associations of Turkish Democratic Idealists in Germany regd. assoc.) yang memiliki 7.000 pengikut dan membawahi 160 organiasasi lokal. ADÜTDF adalah cabang Jerman dari Milliyetçi Hareket Partisi (MHP – Nationalist Movement Party).

Beberapa anggotanya berpotensi melakukan kekerasan terutama pada orang Kurdi, dilihat dari posting online dan video berisi kebencian di internet. Di tahun 2013, polisi menyita sejumlah senjata api dan tajam di salah satu kelompok nasionalis ini. Tahun 2013 sekitar 10 nasionalis Turki menyerang suatu kegiatan yang diprakarsai oleh gerakan Kurdi.

Gerakan separatis Asia

Beberapa gerakan, seperti Liberation Tigers of Tamil Eelam (LTTE) dari Sri Lanka dengan 1.000 pengikutnya dan kelompok ekstremis dari kelompok religius Sikh (terutama dari Punjab) dengan 800 pengikut, melakukan propaganda di Jerman. Mereka juga mencoba menggalang dana untuk mendukung kelompok mereka di negara asal yang tak jarang melakukan kekerasan.

Beberapa pengikut LTTE dipenjara di Jerman karena pelanggaran penggalangan dan pengiriman dana untuk terorisme. Sementara beberapa ekstrimis Sikh juga mengalami nasib yang sama karena mendukung organisasi teroris di negara asalnya.

Kembali ke Bagian 1

Referensi data:
Bundesamt für Verfassungsschutz (BfV)

3 thoughts on “Kelompok-kelompok ekstremis di Jerman (2)

  1. Bnyak jg klompok ekstrimis nya d sna ya, anggotanya jg ckup bnyak. Yg meresahkan itu klau mreka mlakukan propaganda yg disertai kekerasan. Seolah Jerman bkn negara yg bbas aman.

    Like

    • Iya, Mas. Tapi untung polisi dan intelegen Jerman biasanya bertindak cepat. Bahkan kadang sebelum ada kejadian, yaitu dengan memonitor aktivitas sosmed para oknum yang berpotensi melakukan kekerasan. Setiap ada kegiatan (misalnya dari kelompok Kurdi), biasanya polisi banyak berjaga2.
      Selain itu, jika ada anggotanya yang berbuat kekerasan, biasanya nama kelompoknya akan ikut kena imbasnya. Salah satunya tidak mendapat dukungan dari publik Jerman.

      Like

  2. Pingback: Kelompok-kelompok ekstremis di Jerman (1) | Kurniawan's Views

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s