Kok gitu? Unglaublich… Ok deh …. (8)

DISCLAIMER…!!!
Tulisan ini hanya berdasarkan dari pengalaman dan pengamatan sepintas yang dangkal, serta cerita dari beberapa teman yang sudah lama menetap di Jerman. Ini tidak menggambarkan sifat orang Jerman dan Indonesia secara umum.

Giessen – Dalam pergaulan dengan orang Jerman, ada beberapa hal yang membuat masing-masing dari kita hanya geleng-geleng kepala.

Jalur darurat

Jerman memiliki aturan yang ketat untuk menjamin keamanan dan keselamatan penduduknya di gedung tempat tinggal maupun tempat kerja. Adanya jalur keselamatan (Notausgang), pemadam api, dan kotak P3K menjadi kewajiban bagi pengelola gedung dan penghuninya.

Bahkan, pengaturan jalur keselamatan ini juga berlaku di ruang aula dan tempat berkumpul indoor. Kursi dan meja harus diatur sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu jalur keselamatan menuju pintu darurat.

20170605_211348
Ruang pertemuan dengan jalur keselamatannya (Foto: Kurniawan (2017), saat Acara Buka Bersama Pengajian Marburg-Giessen)

Seperti terlihat dalam foto di atas, jalur berwarna kecoklatan/pink menuju pintu darurat harus bebas dari segala furniture dan halangan apapun. Sama sekali dilarang untuk meletakkan tambahan kursi meski dengan alasan tamu terlampau banyak. Jika ditemukan ada halangan, maka pihak penyewa bisa didenda oleh pengelola.

Kereta belanja dan manula

Jerman dikenal sangat memperhatikan manula yang jumlahnya makin meningkat. OECD (Organization for Economic Co-operation and Development) merilis data bahwa di tahun 2014, sekitar 21.5 % populasi Jerman berusia diatas 65 tahun. Ini termasuk tinggi jika dibandingkan dengan rata-rata EU-28 (28 negara yang telah tergabung dalam Uni Eropa sampai pada tahun 2013) yang sekitar 18.3%. Manula dan pensiunan memiliki keistimewaan mulai dari gratis naik transportasi umum sampai pada asuransi kesehatan dan perawatan hari tua (Altenpflegedienst).

Hal menarik lagi, beberapa convenient store membiarkan kereta belanjanya untuk dibawa manula ini. Sehingga tak jarang kita temui kereta belanja di sekitar halte bus, tempat parkir, atau area pemukiman

20170709-20170709_182816
Kereta belanja di Haltestelle di sudut Kota Marburg (Foto: Kurniawan, 2017)

Duduk-duduk di halte bus

Duduk-duduk di halte bus tapi tidak bermaksud untuk naik bus itu dilarang di beberapa besar kota di Jerman, seperti Düsseldorf, meski hanya untuk istirahat sebentar. Pelakunya bisa diganjar denda sekitar 35 Euro. Aturan ini untuk memastikan bahwa sarana da prasarana transportasi hanya digunakan sebagaimana mestinya. Ini juga untuk mencegah halte bus disalahgunakan untuk tempat minum dan mabuk-mabukan, atau digunakan oleh gelandangan.

Kalau di Indonesia, jamak kita temui halte bus digunakan untuk nongkrong dan berjualan.

Jerman dan Karnaval

Umumnya warga Jerman menganggap karnaval (Faschingszuges) sebagai hal yang biasa saja. Kecuali warga Jerman bagian barat yang berbatasan dengan Belanda, Belgia, dan Perancis, dimana mereka lebih antusias. Karnaval ini biasanya terdiri dari trailer yang dihias dan didekorasi sesuai tema peserta/organisasi; dan ditarik traktor atau mobil. Dari trailer ini, peserta karnaval melemparkan snack, permen, manisan, coklat, bir, bunga, dan confetti kepada para penonton di sepanjang jalur karnaval.

Uniknya, rombongan terakhir peserta karnaval terdiri dari mesin penyapu jalan yang sekaligus membersihnya jalur dari sampah dan sisa-sisa permen/coklat dan confetti. Jadi, jalur karnaval langsung bersih begitu karnaval usai. Luar biasa memang.

20180211-DSCN2077
Rombongan terakhir Faschingszuges (karnaval) di Giessen (Foto: Kurniawan, 2018)

Lihat Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5 | Part 6 | Part 7 | Part 8

17 thoughts on “Kok gitu? Unglaublich… Ok deh …. (8)

  1. Pingback: Kok gitu? Unglaublich… Ok deh …. (3) | Kurniawan's Views

  2. Pingback: Kok gitu? Unglaublich… Ok deh …. (4) | Kurniawan's Views

  3. Pingback: Kok gitu? Unglaublich… Ok deh …. (5) | Kurniawan's Views

  4. Pingback: Kok gitu? Unglaublich… Ok deh …. (6) | Kurniawan's Views

  5. Pingback: Kok gitu? Unglaublich… Ok deh …. (2) | Kurniawan's Views

  6. Pingback: Kok gitu? Unglaublich… Ok, deh …. (1) | Kurniawan's Views

  7. Pingback: Kok gitu? Unglaublich… Ok deh …. (7) | Kurniawan's Views

  8. Hallo Pak Yousuf,

    Out of topic, saya mau ucapkan selamat memasuki bulan Ramadhan! Semoga diberi kelancaran dalam menjalankan ibadah puasa meski di tanah rantau. Tadi saya jumpa kawan di sini juga bertanya soal puasa dan tantangan menjalankannya.

    Salam,
    Anna

    Liked by 2 people

  9. Keren ya mas faslitas umum di jerman..

    Klo di tempat² seperti gedung, di Indonesia juga sekarang sdh bnyak yg melakukan aturan itu seperti adanya jalur darurat alat pemadan dll. Tapi klo untuk halte terminal dan lain sebagainya masih jauh dr kata nyaman. Tak jarang halte di gunakan untuk tmpan nongkrong dan mabuk mabukan.

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s