Peluang ekspor produk pertanian ke Jerman

Giessen an der Lahn – Secara total, tren nilai ekspor Indonesia ke Jerman selama 5 tahun terakhir mengalami peningkatan. Peningkatan ini terutama untuk produk pertanian dan perkebunan, furniture, alas kaki, tekstil, dan komponen otomotif.

Sementara itu, nilai ekspor produk pertanian Indonesia ke Jerman selama 5 tahun terakhir (2013-2017) memang berfluktuatif, tetapi memiliki tren yang cenderung turun (id.tradingeconomics.com). Produk pertanian tersebut meliputi: kelapa sawit, kokoa, udang, kopi, teh, karet, dan produk pertanian organik.

Ditengah ancaman boikot terhadap ekspor kelapa sawit dan produk turunannya asal Indonesia dan Malaysia oleh Uni-Eropa, ekspor produk pertanian organik dapat menjadi peluang untuk meningkatkan ekspor Indonesia.

Memang, saat ini produk pertanian organik hanya menguasai sekitar 5% dari total produk pertanian di pasar Jerman. Tapi angka ini terus meningkat stabil pada kisaran 10% per tahun selama beberapa tahun terakhir. Ini menjadikan Jerman sebagai pasar produk organik terbesar di Eropa, dan terbesar kedua di dunia setelah USA.

Harga produk organik (sering disebut “bio“) pun lebih mahal dibandingkan produk konvensional. Perbedaan harga berkisar 15-100% lebih tinggi daripada produk non-organik. Gaya hidup, budaya dan latar belakang pendidikan berpengaruh pada keputusan mengkonsumsi produk bio ataukah tidak.

Jerman memiliki …… ha untuk pertanian organik. Namun belum cukup memenuhi kebutuhan pasarnya sehingga impor pun dilakukan. Saat ini Jerman adalah negara pengimpor pertanian organik terbesar di Eropa. Produk organik ini tidak hanya sayur dan buah dalam bentuk segar, tetapi juga makanan kalengan dan produk turunannya.

Sayuran meliputi: bawang, kentang, wortel, tomat, ketimun, dan buncis. Produk ini diimpor terutama dari Belanda, Spanyol, Italia, Israel, Perancis, Mesir, Argentina dan Maroko. Sedangkan buah-buahan meliputi pisang, mangga, nenas, pepaya, kiwi, jeruk, dan avocado. Utamanya diimpor dari Dominika, Kolombia, Israel, Kamerun, New Zealand, Guiena, Ghana, Italia, Spanyol, Yunani, Argentina, dan Afrika Selatan.

Permintaan produk-produk “bio” yang tinggi ini merupakan peluang ekspor yang baik bagi Indonesia. Meski tentu saja saingan terberat dari Indonesia adalah negara-negara Uni-Eropa itu sendiri.

Tapi indonesia masih memiliki keunggulan, yaitu beras organik dan buah-buahan tropical. Beras organik sangat populer di USA dan Jerman. Namun ekspor beras organik hanya pada kisaran 1500 ton per tahun.

Selain itu, Jerman juga membuka pasarnya untuk buah-buahan tropical dari Indonesia. Tentu saja semuanya harus sesuai dengan aturan yang berlaku di Jerman dan Uni Eropa terutama masalah keamanan pangan dan sertifikasi produk.

Referensi

dw.com

elpais.com

kemendag.go.id

Advertisements

2 thoughts on “Peluang ekspor produk pertanian ke Jerman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s