Modus kecurangan agen pendidikan ke Jerman

Jerman dan Eropa makin menjadi tujuan favorit bagi para musafir ilmu. Ribuan mahasiswa berbondong-bondong menuntut ilmu di universitas-universitas di seluruh penjuru Jerman. Kondisi ini dimanfaatkan oleh beberapa agen untuk berbisnis dengan berbagai cara. Namun sayangnya ada sebagian kecil agen yang hanya bertujuan mengeruk Euro dan berbuat curang. Inilah beberapa bentuk kecurangannya.

Menitipkan uang ke agen

Untuk mendapatkan visa, kita harus membuktikan bahwa kita memiliki dana yang cukup untuk hidup di Jerman. Biaya minimum untuk hidup di Jerman adalah 700-800 € per bulan tergantung kota. Uang tersebut harus ada di rekening bank Jerman (seperti Deutsche Bank) dalam bentuk blocked account.

Ada agen yang minta agar uang tersebut dititipkan saja ke mereka dan dijanjikan akan ditransfer setelah calon mahasiswa sampai di Jerman dan membuka rekening bank di Jerman. Si agen kemudian mentransfer ke lembaga keuangan lain, seperti bank online, untuk membuat blocked account sebagai syarat untuk mendapatkan visa. Tapi setelah visa diperoleh, rekening ternyata dikosongkan. Ada kemungkinan uangnya dipakai untuk keperluan lain dan tidak pernah ditransfer ke rekening calon mahasiswa.

Lebih parah lagi jika setoran titipan uang ini hanya dibuktikan dengan kuitansi bermaterai, dan tempat kejadiannya di Indonesia. Ini akan menyulitkan KBRI Jerman dan kepolisian Jerman bertindak karena diluar yuridiksinya.

Kebanyakan kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan karena orang tua takut jika lapor ke polisi uang tidak kembali. Selain itu, ada ketakutan bila dilaporkan, calon mahasiswa dianggap melakukan penipuan karena blocked account (yang atas nama calon mahasiswa) ternyata kosong. Orang tua juga biasanya pasrah jika uang tidak kembali utuh dan anak terpaksa harus pulang ke Indonesia. Alhasil, kejadian ini sudah beberapa kali terulang.

Sebagai informasi, memang ada beberapa bank online yang menyediakan pembuatan blocked account dan asuransi, namun sebagian bermasalah sehingga Kedutaan Jerman lebih mempercayai blocked account dari Deutche Bank. Untuk aplikasi membuka rekening di Deutsche Bank dapat dilakukan secara online (per email) atau datang ke cabangnya di Jakarta dan Surabaya. Dokumen rekening (blocked account) dan berkas lainnya dapat dibawa ke Kedutaan Jerman di Jakarta untuk aplikasi visa.

Wakil agen yang curang

Agen biasanya memiliki wakil agen di Jerman yang bertugas untuk “menerima” calon mahasiswa dan mengatur segala sesuatunya. Ada sebagian wakil agen yang nakal dan curang. Misalnya dengan meminta uang sampai ribuan euro untuk berbagai keperluan seperti mendaftar ulang, registrasi, dan lainnya yang sebenarnya gratis atau bahkan tidak ada. Jika menjadi korban kasus penipuan ini, KBRI Jerman dan kepolisian Jerman dapat bertindak karena kasusnya di Jerman. Alasan  wakil agen bertindak curang biasanya karena upah yang terlalu kecil dan agen tidak menyetor uang tepat waktu.

Tidak ada pendampingan

Ini adalah kasus umum yang ditemui. Agen hanya menempatkan calon mahasiswa di kota tertentu tanpa ada pendampingan untuk registrasi, membuat rekening bank, dan mendaftar kursus bahasa atau Studienkolleg, sesuai dengan janji awal. Kadang penempatan calon mahasiswa di suatu kota tidak sesuai dengan minat dan jurusan yang dikehendaki. Akibatnya calon mahasiswa harus pindah kota.

Akomodasi yang tidak sesuai

Setiap orang di Jerman wajib memiliki akomodasi. Kadang calon mahasiswa harus pasrah dengan akomodasi sementara. Tetapi sampai 3 bulan di kamar berisi 7-9 orang adalah hal yang ilegal di Jerman.


Memang hanya sedikit sekali agen yang curang. Banyak agen yang memang benar-benar profesional dan berniat membantu pemuda Indonesia menggapai cita-citanya. Mereka benar-benar membimbing kliennya baik selama di Indonesia maupun pada awal hidup di Jerman.

Ada beberapa ciri agen yang berpotensi melakukan kecurangan dan penipuan. Misalnya, agen bukan berbentuk yayasan atau lembaga konsultan, tetapi hanya perseorangan. Agen tidak memiliki kantor/sekretariat resmi, dan hanya memiliki rekening bank pribadi (bukan rekening milik konsultan/yayasan).

Untuk itu, hindarilah menggunakan agen yang mencurigakan. Ada baiknya menjalin informasi dengan mahasiswa Indonesia di Jerman untuk memilih agen yang sesuai. Pemilihan agen yang curang hanya akan merepotkan diri sendiri, orang tua, serta KBRI dan masyarakat Indonesia di Jerman.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s