Mencari “rumah kedamaian” di Jerman

Giessen an der LahnIslam telah berkembang pesat di Jerman dan semakin banyak masjid yang didirikan. Namun bukan berarti masjid mudah ditemukan seperti di Indonesia.

Masjid-masjid di Jerman tidak mudah untuk dikenali, kecuali masjid-masjid besar seperti Grand Mosque Koeln, atau masjid agung yang pernah saya kunjungi di Limburg dan Friedberg, Negara Bagian Hessen.

Hal ini karena bangunan masjid yang kebanyakan tidak memiliki kubah atau menara. Hal ini karena terkendala ijin pemerintah kota tentang pembangunan menara (minaret) dan kubah. Aturan umum yang berlaku di Jerman, tinggi menara masjid tidak boleh melebihi tinggi menara gereja setempat. Dalih yang digunakan adalah untuk melindungi kebudayaan asli Jerman yang berakar dari Kristen.

Selain itu karena bangunan masjid masih berstatus sewa. Ini kebanyakan untuk masjid yang berstatus masjid komunitas. Masjid ini juga tidak memiliki papan nama dan tidak buka tiap saat. Masjid-masjid ini kebanyakan hanya buka saat waktu sholat saja.

Selain itu berdasarkan aturan setempat, penamaan gedung, yayasan, komunitas, dan lain-lain harus menggunakan bahasa Jerman. Ini akan menimbulkan sedikit kebingungan tersendiri bagi turis dan orang yang baru tiba di Jerman.

Pernah terjadi saat mencari masjid untuk sholat Jumat pertama di Giessen tahun 2012. Sehari sebelumnya, saya mencoba mencari masjid sendiri sesuai dengan alamat dan petunjuk teman. Alamat tersebut dapat ditemukan, tetapi gedung yang ditemukan bernama Haus des Friedens, nama yang bagi saya seperti nama sebuah gereja atau komunitas manula. Gedung itu terasa sepi dan pintu terkunci. Tidak ada barisan sandal/sepatu di teras dan tidak ada tempat wudhu di luar, yang bagi saya waktu itu, merupakan penanda bahwa itu adalah masjid seperti halnya di Indonesia. Akhirnya saya pulang dengan kecewa.

Hari Jumat keesokan harinya, bersama seorang teman saya kembali menuju ke gedung yang sama. Dan ternyata memang benar bahwa itu adalah masjid yang dimaksud meski ada keraguan sebelumnya karena masjid terlihat sepi dari luar meski hampir tiba waktu sholat Jumat. Ternyata, Haus des Friedens berarti rumah kedamaian dalam bahasa Jerman. Dalam bahasa Arab disebut Bayt Alsalam ( بيت السلام )

Mungkin akan lebih praktis bila bangunan itu diberi nama Bayt Alsalam . Tetapi demi memenuhi aturan di Jerman, nama Haus des Friedens pun dipakai. Nama yang bagi orang yang baru tiba di Jerman mungkin akan membingungkan.

Gedung Haus des Friedens Giessen, yang tidak banyak berubah setelah 7 tahun (Foto: Kurniawan, 2019)

Itulah, mengapa agak susah menemukan tempat sholat, apalagi bagi turis. Perlu bantuan muslim yang sudah lama tinggal di Jerman sebagai guide. Memang ada banyak aplikasi android untuk mencari tempat sholat. Tetapi biasanya aplikasi ini hanya mengidentifikasi masjid besar dan sudah lama berdiri, sementara masjid komunitas dan masjid baru biasanya belum terindentifkasi.

Meski tidak mudah, bagaimana pun juga selalu ada kenikmatan tersendiri sholat di masjid-masjid di Jerman. Serasa lebih khusu’ dan lebih bersyukur dapat sholat berjamaah bersama saudara-saudara seiman dari berbagai bangsa dan negara.

Berkembangnya masjid di Jerman juga membuat semakin berkembangnya bisnis di sekitarnya, seperti convinient store, bisnis daging halal, restoran halal, baju dan pernak pernik muslim, bahkan tukang cukur murah. Berkembangnya bisnis ini merupakan salah satu sisi positif kehadiran Islam di Jerman.

Advertisements

5 thoughts on “Mencari “rumah kedamaian” di Jerman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s